Kronologi Seputar Proklamasi Kemerdekaan RI

7 Desember 1941 di Hawaii : Jepang menyerang Pearl Harbour, Hongkong, dan Malaya.

8 Maret 1942 : Pihak Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang.

7 September 1944 : Perdana Menteri Kunaiki Koiso mengumumkan bahwa daerah ‘Hindia Timur’ kelak di merdekaan di kemudian hari.

1 Maret 1945 : Letnan Jendral Kumakici Harada mengumumkan Pembentukan BPUPKI di ketuai oleh Dr. Radjiman Wedyodiningrat.

1 April 1945 : Pengumuman dan Pengangkatan anggota BPUPKI.

28 Mei 1945 : Peresmian BPUPKI oleh pemerintah bala tentara Jepang.

29 Mei – 1 Juni 1945 : Sidang I BPUPKI mengenai Dasar Negara yang melahirkan Pancasila

22 Juni 1945 : Membentuk Panitia Sembilan dan menghasilkan Piagam Jakarta.

10 Juli – 16 Juli 1945 : Pembentukan PETA, Sidang II BPUPKI mengenai Rancangan UUD.

6 Agustus 1945 : Kota Hiroshima di Bom Atom oleh Sekutu.

7 Agustus 1945 : Pembentukan PPKI.

9 Agustus 1945 : Kota Nagasaki di Bom Atom oleh Sekutu dan Ir. Soekarno, Moch. Hatta beserta Dr. Radjiman Wedyodiningrat di bawa ke Vietnam.

14 Agustus 1945 : Ir. Soekarno, Moch. Hatta beserta Dr. Radjiman Wedyodiningrat kembali ke Indonesia, dan Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu.

15 Agustus 1945 : Rapat golongan muda untuk membujuk golongan tua, dan Indonesia terjadi kekosongan kekuasaan.

16 Agustus 1945 : Peristiwa Rengasdengklok, kembali ke Jakarta, dan merumuskan teks proklamasi di rumah Laksamada Maeda.

17 Agustus 1945 : Melanjutkan teks proklamasi, Penyebaran berita Kemerdekaan, dan “Kemerdekaan Indonesia”

Bagaimana cara menghitung Pajak Penghasilan?

Contoh soal :

Seseorang memiliki penghasilan 1 bulan sebesar Rp. 10.000.000,00. Ia sudah menikah, istrinya tidak bekerja dan Ia memiliki 2 orang anak. Hitunglah besarnya PPh yang harus di bayar oleh orang tersebut?

Jawab :

Penghasilan 1 tahun : 12 x Rp. 10.000.000,00 = Rp. 120.000.000,00

Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) :

Wajib Pajak = Rp. 13.200.00,00

Wajib Pajak Menikah = Rp. 1.200.000,00

Wajib Tanggungan Anak = Rp. 2.400.000,00 (2 anak x Rp. 1.200.000,00)

Penghasilan Kena Pajak (PKP) :

Penghasilan 1 tahun – Jumlah PTKP

Rp. 120.000.000,00 – Rp. 16.800.000,00 = Rp. 103.200.000,00

Pajak yang harus dibayar :

5% x *Rp. 25.000.000,00 = Rp. 1.200.000,00

10% x Rp. 25.000.000,00 = Rp. 2.500.000,00

15% x Rp. 50.000.000,00 = Rp. 7.500.000,00

25% x Rp. 3.200.000,00 = Rp. 800.000,00      +

= Rp. 12.050.000,00

*Penjelasan : besarnya lapisan pajak tergantung oleh PKPnya, bila dijumlahkan hasilnya seperti PKP, contohnya : Rp. 25.000.000,00 +  Rp. 25.000.000,00 + Rp. 50.000.000,00 + Rp. 3.200.000,00 = Rp. 103.200.000,00. Besarnya Rp. 25.000.000,00 dari ketentuan lapisan pajak.

#Nb : Lapisan pajak berdasarkan Kep.Dirjen Pajak No.24 Tahun 2008

Darimana AIDS berasal?

Belum diketahui dengan jelas dari mana asal dan kapan jelasnya HIV/AIDS muncul. Diperkirakan pada akhir 1970-an di daerah Subsahara Afrika HIV sudah berkembang dan meluas. Perkiraan ini dibuat berdasarkan catatan kasus-kasus penyakit yang ada di rumah sakit di beberapa negara Afrika pada saat itu. Hal ini juga diperkuat oleh beberapa contoh darah pada tahun 1950-an yang telah mengandung HIV. Akan tetapi , kasus HIV/AIDS pertama kali dilaporkan oleh Gottleib dan kawan-kawan di Los Angeles pada tanggal 5 Juni 1981.

Secara resmi kasus AIDS pertama kali di Indonesia yang dilaporkan adalah pada seorang turis asing di Bali pada tahun 1987.

(Sumber : PMS & HIV/AIDS, 1999)